
Tentang Aku
Pekerjaan Rumah tentang Hidup
Hidup adalah Misteri, tidak ada yang tau tentang dan hari ini kita menjalani kondisi ini. Besok kita berada dalam situasi yang jauh berbeda. Maka itu tak ada satupun manusia di dunia ini yang mampu melihat Masa Depan. Yang bisa dilakukan adalah memprediksi. Prediksi bukan kejelasan.
Setiap manusia memiliki penderitaannya. Hanya saja, bila mana kita hanya melihat penderitaan itu dan memegangnya kuat dalam diri kita. Sesukses apapun orang tsb akan kembali pada titik di mana ia hanya akan merasakan merana dan kesepian diantara sekian juta orang. Bahkan mungkin ia berpikir, ia berada di planet yang salah.
Ketika kita berada di ranah sengsara, Sang Pencipta punya harapan juga kita dapat mengeluarkan diri kita dari kotak pandora. Maka kita sebagai manusia diciptakan sedemikian sempurna. Sebagai makluk bebas dengan pilihan yang diberikan.
Kehidupan yang kita jalani jelas berliku. Ketika kita masih muda, keputusan yang diambil justru membuat kita jatuh dalam dilema. Manusia terus belajar menjalani, serta kejatuhan, terseok, terbentur, ketidak mengertian kadang tidak diberi pilihan oleh keputusan yang sudah diambil. Merana dan putus asa itu pasti pernah dialami oleh semua orang. Dihadapkan pilihan sulit. Dikuasai ego orang lain dimana kita belum merasa cukup kuat untuk melawan. Semua terlihat buntu karena semua pintu sepertinya tertutup.
Adakah engkau yang merasakan ini? Bangkitlah, tengok dirimu yang berharga. Masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Hanya saja engkau tidak bisa melihat sebuah celah.
Di dalam penderitaanmu, bisa jadi ada sebuah perjalanan lalu yang harus engkau tebus dari kehidupan tsb. Bisa jadi engkau mengalami ini karena perjalanan lalu dari orang tuamu yang mereka tabur. Penuaian itu tidak harus terjadi saat itu juga. Ada yang masih berproses, ada yang langsung di tuntaskan, ada yang masih berputar-putar.
Lalu bagaimana jika kita harus menjalani perjalanan karma dari orang tua kita, sedangkan kita tidak melakukannya?
Lalu bagaimana, jika kita pernah lakukan keputusan yang berakhir dengan perjalanan yang saat ini di jalani seperti berputar-putar tidak menemukan solusinya ataupun jawaban?
Jangan sedih. Jangan gundah. Tenangkan dirimu, jika engkau membaca ini dan merasakan. Katakan saja engkau siap perubahan. Kehidupan kadang tidak selalu tentangmu, tentang ku atau tentang kepuasaan dan keinginan. Kita pikirkan satu hal saja, ia bernama MASA DEPAN. Masa Depanmu dan semua orang di mulai dari saat ini ketika pikiran, hati di perbaharui dan jiwa kita akan menjadi jiwa yang bijak dan tenang.
Lalu bagaimana caranya?
Sebelumnya akan aku beritahu satu hal lagi. Dalam setiap proses kehidupan adakalanya engkau butuh orang lain. Sesuai dengan konsep kita sebagai makluk sosial. Dimana kita memang saling membutuhkan satu sama lain.
Jika engkau sudah pahami ini. Lanjut ke sebuah Proses Healing atau Penyembuhan. Coba engkau baca kalimat ini tapi ucapkan dengan perlahan sehingga engkau mendengarkannya sendiri, ucapkan
“Wahai jiwaku sayang, aku tau engkau begitu lelah. Aku ingin bertanya padamu. Apakah engkau butuh disembuhkan dan di ringankan bebanmu selama ini?”
Ulangi tiga kali. Dan engkau akan mendapakan jawaban diari jiwamu langsung sekarang juga.
Ikuti Program Paket Cahaya. Program ini adalah memutus segala trauma, kepahitan memutus karma dari orang tua ataupun diri kita sendiri. Ini adalah proses pembersihan diri.
Banyak orang mengikuti program Paket Cahaya. Mereka memberikan testemony tentang keberhasilan masing-masing orang yang sudah menjalani. Mereka dihampiri oleh kebahagiaan, keberkahan dan kemudahan.
Tuhan bekerja pada orang-orang yang mau berusaha dan berkorban. Sebab kebahagiaan bukan hadiah dari langit. Kebahagiaan adalah nasib bukan takdir. Kebahagiaan butuh pengorbanan.
Dengarkan testemoni di bawah. Jika jiwamu terpanggil, terimalah sebagai jiwa yang di pilih untuk diberkati.
Selamat mendengarkan :
Tentang Jiwa
Hidup adalah sebuah peperangan. Dalam peperangan itu ada tiga oknum. Mereka bernama Cinta, Benci dan Abu-Abu. Perang terbesar dalam sejarah manusia sepanjang hidup mereka sampai dunia ini nanti berakhir, perang antara Cinta dan Benci. Mereka berperang mati-matian dalam diri setiap manusia. Bagaimana Cinta itu dapat menang? Jika kita mampu mengalahkan kebencian.
Bagaimana Cinta dapat dilumpuhkan? Maka semailah kebencian dan biarkan ia tumbuh. Maka kebencian akan menang. Lalu dimana oknum ketiga benama Abu-abu? Ia sebenarnya adalah hasil dari jiwa-jiwa yang lemah, penakut, pecundang, tidak berani melihat resiko, tidak berani mendobrak pintu alias bermain aman. Asalkan ia berada di dalam tembok yang dapat menyembunyikan dirinya dari semua hal yang tidak mau dihadapi.
Abu-Abu, lebih memilih bersembunyi saja. Sementara Cinta dan Benci terus berperang di dalam jiwa-jiwa. Apa dan kenapa Cinta dan Benci harus berperang? Karena jika mereka menang, mereka berhak mendiami jiwa-jiwa tersebut.
Jadi jelas, kenapa setiap orang harus memilih dimana nanti Cinta, Benci ataukah Abu-abu yang akan mendiami jiwa kita.
Semoga analogi ini menjadi sebuah pencerahan.
PERJALANAN HIDUP
Perjalanan hidup seperti sebuah kitab. Bisa kita sebut kitab kehidupan. Dimana semua cerita tertuang disana. Ketika Tuhan membawaku dalam sebuah badai kehidupan. Semua tentu tak bisa ku mengerti. Kadang menyalahkan diri sendiri. Terpuruk tentu. Dimana tak banyak teman dapat membantu keluar dari kesulitan itu. Berada dalam sebuah kondisi buntu tak menentu. Tidak punya uang adalah hal yang paling ditakutkan semua orang! Sudah ku alami. Menjadi orang yang tidak di lihat, diambil hak-haknya, dilumpuhkan harapannya, di jauhkan dari orang yang begitu dicintai. Semua sudah ku jalani. Terkatung-katung dalam ketidak mengertian dan sungguh tidak berdaya!
Sampai pada titik nadir ini. Aku bertanya, Tuhan apakah Engkau punya misi untukku?
Dengan jelas aku mendengarNYa, untuk pergi dari Jakarta ke pulau Bali. Meninggalkan pekerjaanku sebagai pemain seni peran waktu itu . Jakarta tidak membuat diriku berkembang.
Seorang guru Spiritual membimbingku dalam pencarian jati diriku. Terimakasih untuk Bimbingan Beliau. Semoga Arwahnya damai di sisi Tuhan.
Berkat bimbingan dan hal-hal yang kemudian ku kembangkan sembari menulis beberapa novel. Aku pun di panggil Bunda. Banyak sekali klienku di Bali. Rumah kosan selalu di penuhi oleh orang-orang datang mencari ku. Dan banyak yang berhasil karena sesungguhnya Tuhan dalam diri merekalah yang bekerja. Hanya saja melalui energiku.
Setiap manusia mempunyai masalahnya. Demikian juga aku. Jika ada masalah yang belum terselesaikan. Bisa jadi memang harus menunggu. Hidup bukan selalu tentang kepentingan pribadi. Tapi bagaimana kita mampu membawa harapan baik orang lain sehingga di setujui langit.
Semoga kita selalu bahagia.
Semoga anak-anakku (Caca & Iris) bangga dengan aku. Dan menjadi jiwa terbaik mereka. Serta menjadi pribadi yang dapat mengerti tentang apa yang pernah terjadi. Penyelesaian segala masalah bukan untuk memenangkan ego. Tapi bagaimana kita mampu melawan kebencian dan kepahitan. Tidak perlu susah payah menyembunyikan diri dengan tidak mau menerima pendapat orang lain. Semua orang dapat menjadi benar dengan pembenarannya sendiri. Dan setiap orang bisa di salahkan jika tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan yang terjadi. Anak-anakku semoga kalian mengerti. Caca semoga mengerti tentang point-point perjalanan yang sudah engkau lewati. Kebencian bukan jawaban masalah. Tapi sebuah keberanian dan langkah yang tepat dapat menyelamatkan jiwa dan pikiran kita. Cintaku selalu untuk anak-anakku.
Setiap orang punya alasan kenapa ia menjadi baik dan jahat. Alasan bisa diciptakan dengan ribuan atau jutaan cara. Percayakah engkau bila hidupmu sudah memenangkan ego, kebencian ataukah memenangkan Cinta ? Dan tiga hal itu adalah pilihan. Semua orang berhak memilih.
Sejatinya Tuhan akan bangga menciptakanmu. Ciptaan Tuhan terbaik adalah sebaik-baiknya orang yang punya manfaat, meskipun mungkin ada keinginan yang masih masih melewati satu proses lagi. Dan menunggu. Dunia ini begitu fana. Setiap penantian ada ujungnya. Terimakasih untuk setiap jiwa yang sudah mau berusaha, mencari dan akhirnya menemukan.
Cintai dirimu dengan rasa hormat. Bahagiakan dirimu dan bermanfaat untuk sesamamu dengan Cinta, rasa damai dan Adil pada semua makluk Tuhan. God bless you and I love you!
Salam Cahaya!